Thursday, 18 January 2018

Copytrack ico sebuah project tentang hak cipta yang terdesentralisasi

Persoalan yang sering muncul dalam konten hak cipta adalah Anda tidak mengetahui siapa Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang sebenarnya. Hal ini tentu saja menjadi masalah hukum antara pihak yang Anda sewa dengan pihak yang merasa Hak Ciptanya telah dilanggar. Jika Anda sebagai pemakai jasa pihak lain telah melakukan perjanjian pemberian kerja kepada suatu pihak secara baik dan dalam pengetahuan Anda motif yang dipakai adalah milik dari pihak yang berkontrak dengan Anda sesuai dengan surat pernyataan yang diberikan kepada Anda, maka Anda tidak bertanggung jawab terhadap permasalahan hukum yang ada pada motif yang dipergunakan dalam acara Anda tersebut. Hal ini juga berlaku dalam konten digital yang mana permasalahannya justru lebih kompleks.

COPYTRACK akan menetapkan preseden untuk daftar global, transparan dan terdesentralisasi untuk hak cipta konten digital. Pada saat yang sama, COPYTRACK akan menerapkan use case pertama untuk buku besar yang terdesentralisasi: The Global Copyright Register for Images. Ini akan diikuti oleh pasar untuk gambar digital dan model bisnis eksternal lainnya yang bebas untuk berinteraksi dengan buku besar terbuka.

Copytrack adalah pemimpin pasar yang tak terbantahkan dalam mengungkap pencurian citra yang berkantor pusat di Berlin dan Singapura dan memiliki anak perusahaan di New York dan Tokyo. Selama tiga tahun terakhir, perusahaan ini telah membantu komunitas fotografi untuk mengklaim hak gambar di lebih dari 50.000 kasus penggunaan yang tidak diminta. Dengan CopyTrack Global Copyright Register, perusahaan akan mendaftarkan pendaftaran hak cipta digital ke tingkat berikutnya.

Tujuan di buatnya program copytrack sebenarnya sederhana saja yaitu memberikan solusi untuk tantangan utama hak cipta dan monetisasi konten digital yang masih ada sampai sekarang. Dengan membuat daftar hak cipta yang terdesentralisasi, terbuka dan transparan menggunakan teknologi blockchain, Copytrack memungkinkan pembuat konten untuk mendaftar, melacak dan memonetisasi pekerjaan mereka tanpa memerlukan perantara, membuat industri perizinan digital multi-miliar dolar lebih transparan dan adil terhadap pembeli dan penjual.

Seperti di lansir dalam media blog mereka https://www.copytrack.com/does-facebook-own-my-pictures/ Salinan gambar yang disimpan di server Facebook misalnya, dapat diakses di seluruh dunia sehingga foto bisa cepat diambil dari mana saja. Itu berarti gambar bisa direproduksi tanpa fotografer mengatakan apapun. Seolah-olah facebook memiliki kekuatan untuk memproduksi gambar. Selain itu, gambar juga didistribusikan dalam preview, dengan Facebook membuat gambar dapat diakses publik, walaupun untuk hal semacam ini persetujuan publik dari pengunggah sangat diperlukan. Jika Facebook tidak memiliki lisensi, gambar tersebut tidak dapat didistribusikan, dibagikan atau disukai tanpa menyebabkan penyalahgunaan hak cipta. Facebook tidak hanya ingin menggunakan dan berbagi foto Anda secara gratis sekalipun, namun perlu ada hak untuk memastikan bahwa Facebook dapat berfungsi dengan baik. Facebook tidak akan membiarkan orang untuk mulai mengupload foto yang tidak bisa dibagikan, karena memang bukan seperti itu cara kerjanya.

Intinya Facebook membutuhkan lisensi untuk dapat bekerja. Fotografer sendiri memutuskan apakah atau bagaimana cara menyebarkan foto mereka. Ketakutan bahwa Facebook akan membiarkan dirinya murni karena niat jahat untuk memberikan hak ekstensif atas foto adalah bersifat spekulatif.

Cryptografi berkonsep tentang pendaftaran konten terdesentralisasi di masa depan yang terdiri dari 4 bagian:
1. penyimpanan file terdesentralisasi menggunakan IPFS : Sistem penyimpanan file yang terdesentralisasi dan terdistribusi memungkinkan data berlebihan yang toleran terhadap kesalahan, tahan banting, sensor tahan, dan mandiri karena sistem insentif yang ada di dalamnya.
2. metadata, Database pemegang hak global terbuka dan karya mereka memungkinkan penyedia layanan untuk lebih mudah melisensikan karya tersebut untuk berbagai kasus penggunaan.
3. identitas yang terus berlanjut baik untuk seniman dan penggemar, Jaringan yang terdesentralisasi untuk mengelola kontrol konten sangat bermanfaat bagi penggemar dan seniman. Pelaku tidak lagi perlu khawatir kehilangan kontrol konten mereka, dan penggemar tidak akan kehilangan akses ke materi yang telah mereka beli.
4. solusi perizinan dan pembayaran yang berfungsi penuh, memungkinkan pembayaran otomatis kepada pemegang hak berdasarkan lisensi yang mereka rancang sendiri di antarmuka ramah dan mudah digunakan. Antarmuka kontrak blockchain dan underlying smart contract dapat diperluas untuk menggabungkan berbagai fungsi tambahan seperti kontrak program, penetapan harga variabel, dan perutean pembayaran.

informasi crowdsale:
Jadwal Penjualan Token akan direncanakan pada tanggal 10 Desember 2017 sampai 10 Februari 2018. Pembelian Token dengan menggunakan mata uang Ethereum. Harga Token 740 CPY / 1 ETH. Total Pasokan Token sejumlah 100.000.000 CPY. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi : https://copytrack.io/

Article ini dibuat berdasarkan pandangan pribadi, terkait investasi alangkah baiknya melakukan analisa terlebih dahulu. Setiap jenis investasi pasti memiliki resiko tergantung besar atau kecilnya skala investasi dan bagus tidak nya konsep tersebut.

website: https://copytrack.io/
businness website: https://www.copytrack.com/
tecnical whitepaper: https://copytrack.io/pdf/Copytrack_ICO_Technical_Whitepaper.pdf
businnes whitepaper: https://copytrack.io/pdf/Copytrack_ICO_Whitepaper.pdf
penulis: https://bitcointalk.org/index.php?action=profile;u=891226
link ke situs ini: http://www.berbagisantai.com/2018/01/copytrack-ico-sebuah-project-tentang.html