Friday, 7 September 2018

V-ID mengakhiri penipuan setiap dokumen dengan validasi bertenaga blockchain


Pemalsuan adalah proses pembuatan, beradaptasi, meniru atau benda, statistik, atau dokumen-dokumen (lihat dokumen palsu), dengan maksud untuk menipu. Kejahatan yang serupa dengan penipuan adalah kejahatan memperdaya yang lain, termasuk melalui penggunaan benda yang diperoleh melalui pemalsuan. Menyalin, studio penganda, dan mereproduksi tidak dianggap sebagai pemalsuan, meskipun mungkin mereka nanti dapat menjadi pemalsuan selama mengetahui dan berkeinginan untuk tidak dipublikasikan.

Dunia perbankan sering sekali melibatkan penggunaan dokumen dokumen pada setiap kegiatan bisnisnya, baik untuk keperluan transaksi maupun keperluan lainnya. Cek, giro, buku deposito, surat perintah transfer, dan sejenisnya, merupakan dokumen dokumen yang digunakan oleh para nasabah perbankan. Hal ini membuat bank menjadi salah satu sasaran dalam tindak tindak kejahatan.

Transaksi transaksi perbankan yang melibatkan penarikan uang, seringkali menggunakan surat surat dan dokumen sebagai syarat administratif untuk mengambil sejumlah uang dari bank. Celah ini kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk mengelabui sistem di perbankan yang mengandalkan dokumen dan tanda tangan dalam keperluan administratinya. Itu baru contoh dari perbankan, dan kita bisa menemukan ada banyak contoh lainya yang berpeluang di palsukannya berbagai dokumen untuk kepentingan mereka yang tidak bertanggung jawab.

Prinsip di balik teknologi V-ID didasarkan pada dua pihak, yaitu penerbit dan penerima. Penerbit memvalidasi file, dan penerima memverifikasi file. Di jalur dari penerbit ke penerima, ada banyak peluang bagi file untuk kehilangan integritasnya atau sudah banyak di ubah/edit.


Validasi V-ID mengunci sidik jari dari file di dalam blockchain sebelum diterima pihak penerima. Proses verifikasi memungkinkan setiap orang untuk memeriksa integritas file kapan saja selama dalam proses.

Bagaimana Anda bisa tahu bahwa file yang Anda verifikasi telah divalidasi oleh orang atau entitas yang benar sebenarnya yang mewakili organisasi penerbit? Atau dengan kata lain, bagaimana V-ID dapat memastikan bahwa file yang divalidasi tidak palsu? Di sinilah layanan validasi V-ID masuk.

Validasi dapat terjadi dalam dua cara: validasi oleh karyawan V-ID yang bersertifikat dan validasi diri. Cara pertama saat ini digunakan untuk basis klien V-ID. Cara kedua, validasi diri, sedang dalam pengembangan dan direncanakan untuk rilis Q4 2019.

Dengan V-ID, organisasi dapat merekam dokumen, seperti ijazah, di blockchain. Setelah validasi, setiap penerima dapat memverifikasi keaslian file, dengan mengunjungi V-ID dan mengirimkannya di terminal verifikasi. Jika isi sertifikat telah berubah dengan cara apa pun, V-ID akan memberi tahu penerima tentang perubahan tersebut. Sertifikat dapat disalin dan diganti namanya; hanya jika konten diubah, sertifikat akan kehilangan status terverifikasi.

Nah untuk memanfaatkan platform ini kita semua dapat berpartisipasi dalam kesuksesannya karena platform ini masih dalam tahap ico sale dan tersedia banyak bonus jika berkontribusi pada masa presale. Untuk informasi lebih lanjut kungjungi saja langsung official website nya di https://token.v-id.org/ atau jika mau mencoba untuk mengetes beberapa file untuk di verifikasi coba saja langsung di https://www.v-id.org/

Artikel ini dibuat berdasarkan pandangan pribadi, terkait investasi alangkah baiknya melakukan anlisa terlebih dahulu karena setiap investasi memiliki resiko. Setiap kerugian yang ditimbulkan tidak menjadi tanggung jawab penulis.

website 2 : https://www.v-id.org/